Senin, 19 Juni 2017

PRELIMINARY SURVEY OBYEK WISATA RELIGI KAWASAN HUTAN ADAT PIHIQ DUSUN JELUTUNG DESA MATAN JAYA KECAMATAN SIMPANG HILIR KABUPATEN KAYONG UTARA DAN BUKIT BATU DAYA DESA BATU DAYA KECAMATAN SIMPANG DUA KABUPATEN KETAPANG KALIMANTAN BARAT


       I.            PENDAHULUAN
Survey   pendahuluan   (preliminary   survey)   merupakan   proses   yang   bertujuan   untuk mendapatkan   pemahaman   yang   mendasar mengenai   suatu subyek yang diduga akan menimbulkan risiko dari suatu rencana tujuan yang akan diperiksa.

Sekira 700 tahun lalu kawasan Pihiq adalah kawasan pemukiman masyarakat adat Dayak yang dibuktikan dengan keberadaan tanam tumbuh (durian, rambutan, belian, langir, manggis, dll) dan situs-situs bersejarah lainnya seperti sandong. Sandong adalah rumah mayat yang berbentuk rumah-rumahan kecil yang tinggi. Selain itu ditemukan barang keramik atau pecah belah lainnya yang diduga merupakan peralatan yang digunakan sebuah komunitas pada jaman itu.

Demikian pula kawasan Bukit Batu Daya, yang keindahannya mempesona sebagai bongkahan bukit batu yang besar. Kenapa kawasan Pihiq dan kawasan Bukit Batu Daya ditinggalkan? Sampai sekarang belum ditemukakan jawabannya. Yang pasti, kini kawasan hutan Pihiq dan Bukit Batu Daya sudah terletak ditengah-tengah hamparan perkebunan kelapa sawit.
Adapun yang ingin diketahui dalam survei pendahuluan ini adalah ingin mengetahui latar belakang dalam waktu yang relatif singkat mengenai semua aspek yang terkait dengan keberadaan obyek wisata religi kawasan hutan adat Pihiq dan Bukit Batu Daya.

   II.            MAKSUD DAN TUJUAN

Adapun maksud dan tujuan diadakannya survei pendahuluan ini adalah:
1.      Untuk mendapatkan informasi mengenai subyek yang disurvei secara obyektif.
2.      Untuk menyampaikan fakta dan data yang dapat membantu para pengambil keputusan untuk menentukan sikap dan kebijakannya.
3.      Memperoleh informasi awal yang benar dan obyektif. 
4.      Memahami  secara lebih   komprehensif aspek historisitas, lingkungan hidup, tatanan masyarakat adat, keberadaan stakeholder dan orang-orang kunci yang terkait dengan keberadaan kawasan hutan adat Pihiq dan Bukit Batu Daya yang diusulkan menjadi kawasan wisata religi.  

Survey pendahuluan dapat menjadi sarana yang baik untuk menganalisis subyek dan obyek kawasan wisata religi yang sebelumnya tidak dikenal menjadi terkenal dan ingin dikunjungi para wisatawan yang suka dengan tema-tema wisata religi.

III.            KEGIATAN PRELIMINARY SURVEY

Ada beberapa tahapan kegiatan yang dilakukan diantaranya:
a.      Melakukan studi awal
Studi awal yang dilakukan dalam kegiatan ini mencakup penelaahan atas kertas kerja yang mungkin pernah ada pada tahun-tahun sebelumnya yang pernah didokumentasi Pemerintah setempat atau stakeholder lainnya yang akan membantu untuk lebih memahami subjek penelaahan.
a.1.     Studi awal kawasan Pihiq dilakukan di ring 1 (Dusun Jelutung), ring 2 (Desa Matan Jaya dan Kecamatan Simpang Hilir) dan ring 3 (Kabupaten Kayong Utara & Provinsi Kalbar), meskipun banyak cara  untuk mengakses informasi secara elektronik dari lokasi yang jauh.
a.2.     Sedangkan kawasan Bukit Batu Daya, dilakukan hal yang sama secara administratif sesuai dengan wilayahnya.
b.      Pendokumentasian/Documenting
Beberapa hal yang dilakukan pada saat pendokumentasian adalah:
b.1.    Identifikasi subyek dan obyek;
b.2.    Identifikasi Kelemahan/Weakness dan Ancaman/ Threat subyek dan obyek;
b.3.    Identifikasi Kekuatan/Strength dan Kesempatan/ Opportunity subyek dan obyek;
b.4.    Kuesioner;
c.      Bertemu Klien
                                                                     c.1      Identifikasi kompetensi klien
                                                                     c.2      Menggali informasi dari klien
d.     Mengumpulkan Bahan Bukti
                                                                     d.1     Perencanaan/Planning;
                                                                     d.2     Pengorganisasian subyek dan obyek wisata;
                                                                     d.3     Pengarahan Pemerintah Daerah;
                                                                     d.4     Identifikasi masalah;
e.      Pengamatan/Observing
                                                                      e.1     Menentukan tujuan, sasaran dan hasil;
                                                                      e.2     Kontrol tujuan, sasaran dan hasil;
                                                                      e.3     Evaluasi resiko;
f.       Pembuatan Peta
g.      Pelaporan

IV.            TEMPAT PRELIMINARY SURVEY

Survei pendahuluan ini dilaksanakan di kawasan hutan adat Pihiq, Dusun Jelutung, Desa Matan Jaya, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara. Dan kawasan Bukit Batu Daya, Desa Batu Daya Kecamatan Simpang Dua, Kabupaten Ketapang.

    V.            WAKTU PRELIMINARY SURVEY

Survei pendahuluan ini dilaksanakan pada bulan Mei, Juni dan Juli 2017. Dan akan dilanjutkan dengan tahapan survey mendalam lainnya.

VI.            TIM PRELIMINARY SURVEY

Tim survei pendahuluan ini terdiri dari unsur-unsur:
a.      Dinas Pariwisata Prov. Kalbar
b.      Forum Pencinta Budaya dan Wisata Kalbar
c.      Kelompok Peminat Wisata Tematis

VII.            BIAYA PRELIMINARY SURVEY

Biaya survei pendahuluan ini dibebankan kepada Tim Preliminary Survey itu sendiri karena sifatnya partisipatif dan inisiatif bersama. Namun tidak menutup kemungkinan adanya sumbangan atau partisipasi dari stakeholder yang peduli.

Demikian kerangka acuan ini dibuat untuk menjadi pegangan Tim Preliminary Survey untuk melaksanakan tugasnya. Terima kasih.
Pontianak,    Mei 2017

Rabu, 07 Juni 2017

UMK Kalbar Serap 659.200 Tenaga Kerja

PONTIANAK- Jumlah tenaga kerja sektor usaha mikro kecil (UMK) hasil sementara sensus ekonomi 2016 di Kalimantan Barat sebesar 659.200 orang. Dari jumlah tersebut terpotret dominan Kota Pontianak mampu menyerap 49.059 orang, Kabupaten Sambas 38.055 orang, Kabupaten Kubu Raya 32.813 orang, Kabupaten Ketapang 28.158 orang, Kabupaten Sanggau 20.948 orang dan Kabupaten Sintang 20.832 orang.

Sedangkan transformasi struktural jumlah usaha tani dan usaha non tani jika diamati secara cermat sejak tahun 2003, 2006, 2013 dan 2016 diperoleh angka ada pergeseran jumlah tenaga kerja bermata pencaharian pertanian kepada non pertanian. Dan kondisi ini semakin terlihat dengan phenomena-phenomena terjadinya perubahan alih fungsi lahan, berkembangnya sektor usaha jasa, maraknya bisnis online yang belum terpotret dengan benar dan bertumbuhkembangnya ekonomi kreatif.

Demikian dikemukakan Arianto S.Si, SE, M.Si selaku Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik Prov. Kalbar, Selasa 6 Juni 2017, saat diskusi kelompok terarah/Focus Group Discussion (FGD), yang diprakarsai Dinas Koperasi dan UMKM Prov. Kalbar.

 Selama 10 tahun jumlah usaha menengah besar (UMB) dan usaha mikro kecil (UMK) di Kalimantan Barat meningkat 23,1 %. Jika dalam sensus 2006 terdapat 244.600 usaha/perusahaan, maka dalam sensus 2016 mengalami peningkatan menjadi 301.200. Sedangkan serapan terbesar ada pada UMK yaitu 98,13 % dan UMB hanya 1,87 %.

“Dari perolehan sementara sensus ekonomi 2016 maka kegiatan ekonomi UMK Kalbar menyumbang sekitar 31,39 % untuk produk domestik regional bruto (PDRB),”ujar Arianto yang mengemukakan sensus ekonomi 2016 ini belum selesai dan akan ada rangkaian lanjutan tahun 2017 dan 2018.

Sementara itu Suherman selaku Koordinator PLUT Prov. Kalbar mengemukakan perolehan angka sumbangan UMK sekitar 31,39 %  terhadap PDRB tersebut harusnya masih bisa dikoreksi lagi jika secara cermat diadakan sensus yang menyeluruh dan terpadu dengan melibatkan stakeholder yang langsung berkepentingan dengan data tersebut.


Oleh karena itu Suherman mengusulkan agar jika ada sensus ekonomi yang mengarah kepada kinerja suatu dinas atau instansi atau badan, hendaknya ada kerjasama yang dibangun antara Badan Pusat Statistik dengan dinas atau instansi atau badan bersangkutan agar dapat yang diperoleh menjadi data yang valid dan reliable.