BERITA PIHIQ
Selasa, 04 September 2018
Senin, 19 Juni 2017
PRELIMINARY SURVEY OBYEK WISATA RELIGI KAWASAN HUTAN ADAT PIHIQ DUSUN JELUTUNG DESA MATAN JAYA KECAMATAN SIMPANG HILIR KABUPATEN KAYONG UTARA DAN BUKIT BATU DAYA DESA BATU DAYA KECAMATAN SIMPANG DUA KABUPATEN KETAPANG KALIMANTAN BARAT
I.
PENDAHULUAN
Survey
pendahuluan (preliminary
survey) merupakan proses
yang bertujuan untuk mendapatkan pemahaman
yang mendasar mengenai suatu subyek yang diduga akan menimbulkan risiko
dari suatu rencana tujuan yang akan diperiksa.
Sekira 700 tahun lalu kawasan Pihiq
adalah kawasan pemukiman masyarakat adat Dayak yang dibuktikan dengan
keberadaan tanam tumbuh (durian, rambutan, belian, langir, manggis, dll) dan
situs-situs bersejarah lainnya seperti sandong. Sandong
adalah rumah mayat yang
berbentuk rumah-rumahan kecil yang tinggi. Selain itu ditemukan barang keramik
atau pecah belah lainnya yang diduga merupakan peralatan yang digunakan sebuah
komunitas pada jaman itu.
Demikian
pula kawasan Bukit Batu Daya, yang keindahannya mempesona sebagai bongkahan
bukit batu yang besar. Kenapa kawasan Pihiq dan kawasan Bukit Batu Daya ditinggalkan?
Sampai sekarang belum ditemukakan jawabannya. Yang pasti, kini kawasan hutan
Pihiq dan Bukit Batu Daya sudah terletak ditengah-tengah hamparan perkebunan
kelapa sawit.
Adapun yang ingin diketahui dalam
survei pendahuluan ini adalah ingin mengetahui latar belakang dalam waktu yang
relatif singkat mengenai semua aspek yang terkait dengan keberadaan obyek
wisata religi kawasan hutan adat Pihiq dan Bukit Batu Daya.
II.
MAKSUD DAN TUJUAN
Adapun maksud dan
tujuan diadakannya survei pendahuluan ini adalah:
1.
Untuk mendapatkan informasi mengenai subyek yang disurvei secara
obyektif.
2.
Untuk menyampaikan fakta dan data yang dapat membantu para
pengambil keputusan untuk menentukan sikap dan kebijakannya.
3.
Memperoleh informasi awal yang benar dan obyektif.
4.
Memahami secara lebih komprehensif aspek historisitas, lingkungan
hidup, tatanan masyarakat adat, keberadaan stakeholder dan orang-orang kunci
yang terkait dengan keberadaan kawasan hutan adat Pihiq dan Bukit Batu Daya yang
diusulkan menjadi kawasan wisata religi.
Survey pendahuluan dapat menjadi sarana
yang baik untuk menganalisis subyek dan obyek kawasan wisata religi yang
sebelumnya tidak dikenal menjadi terkenal dan ingin dikunjungi para wisatawan
yang suka dengan tema-tema wisata religi.
III.
KEGIATAN PRELIMINARY SURVEY
Ada beberapa tahapan kegiatan yang
dilakukan diantaranya:
a.
Melakukan studi awal
Studi awal yang dilakukan dalam
kegiatan ini mencakup penelaahan atas kertas kerja yang mungkin pernah ada pada
tahun-tahun sebelumnya yang pernah didokumentasi Pemerintah setempat atau
stakeholder lainnya yang akan membantu untuk lebih memahami subjek penelaahan.
a.1.
Studi awal kawasan Pihiq dilakukan di ring 1 (Dusun Jelutung), ring
2 (Desa Matan Jaya dan Kecamatan Simpang Hilir) dan ring 3 (Kabupaten Kayong
Utara & Provinsi Kalbar), meskipun banyak cara untuk mengakses informasi secara elektronik
dari lokasi yang jauh.
a.2.
Sedangkan kawasan Bukit Batu Daya, dilakukan hal yang sama secara
administratif sesuai dengan wilayahnya.
b.
Pendokumentasian/Documenting
Beberapa hal yang dilakukan pada saat
pendokumentasian adalah:
b.1.
Identifikasi subyek
dan obyek;
b.2.
Identifikasi Kelemahan/Weakness
dan Ancaman/ Threat subyek dan obyek;
b.3.
Identifikasi
Kekuatan/Strength dan Kesempatan/ Opportunity subyek dan obyek;
b.4.
Kuesioner;
c.
Bertemu Klien
c.1
Identifikasi
kompetensi klien
c.2
Menggali informasi
dari klien
d.
Mengumpulkan Bahan
Bukti
d.1 Perencanaan/Planning;
d.2 Pengorganisasian subyek dan obyek wisata;
d.3 Pengarahan Pemerintah Daerah;
d.4 Identifikasi masalah;
e.
Pengamatan/Observing
e.1 Menentukan tujuan, sasaran dan hasil;
e.2 Kontrol tujuan, sasaran dan hasil;
e.3 Evaluasi resiko;
f.
Pembuatan Peta
g.
Pelaporan
IV.
TEMPAT PRELIMINARY SURVEY
Survei pendahuluan ini
dilaksanakan di kawasan hutan adat Pihiq, Dusun Jelutung, Desa Matan Jaya,
Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara. Dan kawasan Bukit Batu Daya, Desa
Batu Daya Kecamatan Simpang Dua, Kabupaten Ketapang.
V.
WAKTU PRELIMINARY SURVEY
Survei pendahuluan ini
dilaksanakan pada bulan Mei, Juni dan Juli 2017. Dan akan dilanjutkan dengan
tahapan survey mendalam lainnya.
VI.
TIM PRELIMINARY SURVEY
Tim survei pendahuluan
ini terdiri dari unsur-unsur:
a.
Dinas Pariwisata Prov.
Kalbar
b.
Forum Pencinta Budaya
dan Wisata Kalbar
c.
Kelompok Peminat Wisata
Tematis
VII.
BIAYA PRELIMINARY SURVEY
Biaya survei
pendahuluan ini dibebankan kepada Tim Preliminary Survey itu sendiri karena
sifatnya partisipatif dan inisiatif bersama. Namun tidak menutup kemungkinan
adanya sumbangan atau partisipasi dari stakeholder yang peduli.
Demikian kerangka acuan ini dibuat untuk menjadi
pegangan Tim Preliminary Survey untuk melaksanakan tugasnya. Terima kasih.
Pontianak, Mei 2017
Rabu, 07 Juni 2017
UMK Kalbar Serap 659.200 Tenaga Kerja
PONTIANAK-
Jumlah tenaga kerja sektor usaha mikro kecil (UMK) hasil sementara sensus
ekonomi 2016 di Kalimantan Barat sebesar 659.200 orang. Dari jumlah tersebut
terpotret dominan Kota Pontianak mampu menyerap 49.059 orang, Kabupaten Sambas
38.055 orang, Kabupaten Kubu Raya 32.813 orang, Kabupaten Ketapang 28.158
orang, Kabupaten Sanggau 20.948 orang dan Kabupaten Sintang 20.832 orang.
Sedangkan
transformasi struktural jumlah usaha tani dan usaha non tani jika diamati
secara cermat sejak tahun 2003, 2006, 2013 dan 2016 diperoleh angka ada
pergeseran jumlah tenaga kerja
bermata pencaharian pertanian kepada non pertanian. Dan kondisi ini semakin
terlihat dengan phenomena-phenomena terjadinya perubahan alih fungsi lahan,
berkembangnya sektor usaha jasa, maraknya bisnis online yang belum terpotret
dengan benar dan bertumbuhkembangnya ekonomi kreatif.
Demikian dikemukakan
Arianto S.Si, SE, M.Si selaku Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat
Statistik Prov. Kalbar, Selasa 6 Juni 2017, saat diskusi kelompok terarah/Focus Group Discussion (FGD), yang
diprakarsai Dinas Koperasi dan UMKM Prov. Kalbar.
Selama 10 tahun jumlah usaha menengah besar
(UMB) dan usaha mikro kecil (UMK) di Kalimantan Barat meningkat 23,1 %. Jika
dalam sensus 2006 terdapat 244.600 usaha/perusahaan, maka dalam sensus 2016
mengalami peningkatan menjadi 301.200. Sedangkan serapan terbesar ada pada UMK
yaitu 98,13 % dan UMB hanya 1,87 %.
“Dari
perolehan sementara sensus ekonomi 2016 maka kegiatan ekonomi UMK Kalbar
menyumbang sekitar 31,39 % untuk produk domestik regional bruto (PDRB),”ujar
Arianto yang mengemukakan sensus ekonomi 2016 ini belum selesai dan akan ada
rangkaian lanjutan tahun 2017 dan 2018.
Sementara
itu Suherman selaku Koordinator PLUT Prov. Kalbar mengemukakan perolehan angka
sumbangan UMK sekitar 31,39 % terhadap
PDRB tersebut harusnya masih bisa dikoreksi lagi jika secara cermat diadakan
sensus yang menyeluruh dan terpadu dengan melibatkan stakeholder yang langsung
berkepentingan dengan data tersebut.
Oleh
karena itu Suherman mengusulkan agar jika ada sensus ekonomi yang mengarah
kepada kinerja suatu dinas atau instansi atau badan, hendaknya ada kerjasama
yang dibangun antara Badan Pusat Statistik dengan dinas atau instansi atau
badan bersangkutan agar dapat yang diperoleh menjadi data yang valid dan
reliable.
Langganan:
Postingan (Atom)

